Borneo Trip

Dengan semangat “indahnya berbagi” (cliche, I know), gue akan coba share catatan perjalanan gue ke Tanjung Puting dan Derawan pada bulan Mei 2015 kemarin. Kedua tujuan wisata ini ada di Kalimantan (Borneo), tapi keduanya sangat berjauhan. Tidak ada direct flight antar keduanya.

You won’t find any story whatsoever in this post. I’ll just note some highlights, some recommendation, and put some contact information for you to help you plan and book your trip. Gue gak ada intensi untuk tulis cerita atau trip report atau kronologis trip ini. You should go and bask in the whole beauties yourself. Afterall, the best moments in life don’t make it to the internet. Bam.

Tanjung Puting

Salah satu trip yang sangat nyaman, sangat indah, sangat gue rekomendasikan. Biaya sendiri all in sekitar 2 jutaan per orang untuk 3 hari 2 malam termasuk makan dan biaya masuk ke konservasi orang utan. IMO, Trip yang paling pas timingnya 3 hari 2 malam. Ada yang 4D 3N, tapi bisa jadi terlalu lama. 2 malam sudah lebih dari cukup. Be prepared with insect repellent, you’re dwelling in a forest if you forget.

Contact person: Ari / Indra – 085651202195

My recommendation:

  • Minta guide nya dengan Mas Pi E (Mas Meing), he was super fun.
  • Kalau punya, bawa kamera dengan lensa tele untuk foto orang utan dan penghuni hutan lainnya di sini. Mereka sering nya gantung di pohon yang jauh gitu.
  • Mandi di kapal pakai air sungai. Ga usah terlalu dipikirin, nikmati aja. Sejuk, seger, asoi. Sikat gigi pakai air botol sih gue 🙂
  • The sunset here is truly mesmerizing. You must have seen sunset at beaches, cliffs, skytowers, whatever. This one is a different joy to feast your eyes. Sunset at the far, orange cloud on the skies, you on the boat on the exotic river, in the middle of the forests to both your sides. Picture perfect.
  • Ask for dinner under fireflies, you’re welcome.

Berau

Ga terlalu banyak yang bisa dilakukan dan dilihat di Berau. Bisa kunjungi Kampung Dayak, ga terlalu jauh. Travelling here is so hipster, but worth it.

My recommendation, stay at Rumah Kedaung (081350624830 – Ibu Martina, the owner). Very homy and reasonable price – around 300K/night. Ibu Martina nya sangat ramah dan suka cerita. Jadi dapat banyak info dari beliau.

Biduk-Biduk –> Labuan Cermin

If you ever wonder, if Labuan Cermin would be worth it, don’t. Just go. You’ll be blown. SUPER EPIC. Untuk menuju Labuan Cermin, start dari Berau. Dari Berau ke Biduk-biduk itu 5 jam perjalanan dengan mobil. Charter mobil range nya 1.5 juta per hari (nego aja bisa lebih murah), kalau travel reguler, bisa 200-250ribu sekali jalan per orang.

Di bawah ada beberapa driver yang bisa dikontak untuk bandingkan harga. FYI, apakah harus nginap di area Biduk-biduk? Silakan, tapi gue sih ngga. Pergi jam 5.30 pagi dari Berau, jam 3 sore berangkat balik dari Biduk-Biduk. Pulang pergi total 10 jam perjalanan. Tapi puas. Selesai dari Labuan Cermin sebelum pulang bisa mampir ke Tanjung Sulaiman, selewat aja cukup.

My recommendation: bawa air minum, bawa baju ganti, handuk, masker renang, pakai sunscreen.

Contact person:

  • Kasim – 085336377779
  • Kris – 081347194262

Derawan

Dari Berau pergi ke Tanjung Batu, kota yang isinya hanya pelabuhan kecil tempat speedboat berada untuk menyebrang ke Kepulauan Derawan. Pintu gerbangnya. Dari Berau ke Tanjung Batu bisa menggunakan fasilitas charter mobil atau travel reguler biasa. Kontaknya sama saja orang di atas. Untuk reguler, perginya gue sama Pak Kasim. 150K untuk tarif reguler. Lebih baik berangkat pagi dari Berau. Sekitar 2 jam perjalanan.

Banyak sekali cerita dan foto-foto tentang Derawan. Google is your friend. Singkatnya, Derawan itu sebetulnya nama sebuah pulau. Tapi kalau orang bilang tur ke Derawan, biasanya mengacu pada island hopping nya, seperti Labuan Bajo dengan pulau-pulau sekitarnya. Anggap Pulau Derawan itu base camp nya. Banyak restoran juga di sini. Kalau paket tour, biasanya menginap di Pulau Derawan, lalu akan ada island hopping by speedboat to Kakaban and Sangalaki. Biasanya harga yang ditawarin pas di Tanjung Batu untuk keliling ke 3 pulau itu bisa 500-800 ribu sehari. Jadi kalau pagi dari Berau, bisa langsung keliling ke tiga pulau. Satu speedboat bisa diisi 5 orang.

Anyway, ada 2 pulau lagi yang lebih jauh yaitu Maratua dan Nabuco, bakal lebih tinggi harga speedboatnya sekitar 1.5 juta (nego aja, gue dapet 1.4 sampe Nabucco paling jauh), tapi lebih keren. And they are my recommendation. Di Maratua juga ada beberapa penginapan. Tapi saran gue kalau ada rejeki lebih, nginap di Maratua Paradise Resort. Hitungan biayanya agak unik, per orang/malam. Bukan per kamar/malam. Ada 2 tipe kamar, beach chalet (660K) dan water villa (990K). Go for the water villa. Udah jauh-jauh sampe Maratua, might as well enjoy it to the fullest. Next recommendation, Nabucco. Again, kalau ada rejeki lebih, stay lah di Nabucco. A totally different experience, than Maratua. Maratua lebih gede, lebih banyak orang, bagus airnya. Nabucco, OTOH, lebih sepi, lebih private, lebih pampering. Pricing nya juga mirip kaya Maratua Paradise, 990K/person/night.

My recommendation:

  • Kakaban itu sangat indah. Pergilah berkunjung sepagi mungkin. Berenang ke arah kiri menjauhi laut. Bawa kamera underwater dan snorkel mask tanpa fin. Bawa air minum.
  • Di Derawan, nginap di Leni homestay, baru dibangun, bahkan masih belum selesai, masih ekspansi.
  • Menginap di Nabucco dan Maratua sudah termasuk makan. Tapi di Nabucco, silakan bawa air minum botol dari Derawan deh 🙂
  • Meal di Maratua itu parasmanan gitu, lumayan enak. Meal di Nabucco itu sangat memuaskan. Full course, enak, good presentation, the ambience is perfect. Try the cheese pancake for breakfast. When you bite the cheese, the cheese bites back. I wish you could feel what I was feeling.
  • Di Derawan, bisa ke Gusung untuk sunset. Not 100% impressive, but the sunset is worth visiting.
  • Best sunset could possibly be in Maratua Paradise Resort sih. Go for the furthest deck in the water villa.

Contact person:

  • Leni Homestay Derawan (Pak Ibnu) 250K/night (AC, ensuite) – 085247776031
  • Maratua Paradise Resort – 081253868807 (Arief); 085247130987 (Erwin)
  • Nabucco Resort (Pak Alfons – he’s so nice) – 081350205134
  • Speedboat untuk island hopping – Pak Razak – 082250421518 ; 081347169048

I would highly recommend Pak Razak as your travel companion in Derawan. Dia punya speedboat. Orangnya asik, well connected dengan locals, tepat waktu, harganya sangat reasonable. Dia bisa atur juga travel dari Tanjung Batu kembali ke Berau dengan harga yang lebih murah (100K) dari harga travel Berau – Tanjung Batu (150K). Untuk travel Berau – Tanjung Batu mungkin bisa kontak ke Pak Razak juga untuk minta diaturkan. Trust me, lewat dia bisa lebih murah.

Kira-kira begitu catatan perjalanan gue. Data ini per bulan Mei 2015 ya, sangat mungkin sudah berubah ketika Anda membacanya.

Last note, kalau gue harus pilih, highlight trip nya Nabucco ❤ ; dinner under starry skies and fireflies ❤ ; the travel companion and the conversation ❤

Advertisements

Rasa Syukur

You were my true motivation. Ada dua pilihan yang terlibat dalam sebuah keadaan dimana orang mengalami penolakan, kekecewaan. Tenggelam dan mati hanyut terbawa kekelaman atau bangkit dan mencoba terus. Gw gak akan banyak ngebacot tentang ini karena gw sendiri bukan siapa-siapa.

That's it!

Terima kasih buat Tuhan Yesus yang udah mengijinkan Adri buat mendapat nikmat ini. Tuhan penuntun dan penggembalaku yang telah memberi kesehatan melimpah buat Adri selama seluruh kegiatan Adri.

Terima kasih buat Papa yang udah percaya sama Adri buat ngejalanin segala aktivitas dan pilihan hidup, dan paling utama udah menguliahkan Adri di Informatika ITB.

Terima kasih buat Mama yang udah percaya juga sama Adri, selalu nelpon dan SMS Adri setiap malam hari Adri belum pulang buat ngingetin makan.

Terima kasih buat Indra dan Bill yang selalu ngedukung dan ngasih keceriaan di rumah. You’re the best brothers!

Terima kasih buat Puja Pramudya atas ajakannya untuk gabung di tim Cahaya dan Ganesh dan atas banyak waktu pas kita bahas tentang jalan hidup kita kelak, juga atas pecutan dan komentar pahit saat gw latihan presentasi dengan buruk. It’s worth the anger!

Terima kasih buat Kaisar Siregar atas spes harddisk buat nitip film2 pas HDD macbook gw gak cukup buat ngerender video iCup, dan kerjasama yang mantap di Cahaya dan di Ganesh

Terima kasih buat Andru Putra atas tumpangan rumah di setiap saat yang krusial (Digisoft, Cahaya, dan Ganesh), serta tumpangan mobil, serta dukungan moral dan tawanya atas guyonan garing gw di tiap kita kerja bareng Digisoft, Cahaya, dan Ganesh.

Terima kasih buat Tito Daniswara atas muka yang ketawa terus ketika Puja memaki-maki gw, dan atas senyum lu setiap gw ngelucu, terutama di pagi hari pas final iCup.

Terima kasih buat Shalika atas bantuan desain proposal dan mock-up interface Mosaic, maaf banget taun lalu gw mengacaukan segalanya. Gw harap lu bisa ikut bangga 🙂

Terima kasih buat David Samuel yang secara diam-diam jadi pembakar motivasi gw. Serius Vid, 4 bulan belakangan ini, kalo gw liat YM lu masih ol di waktu subuh2, gw menunda tidur gw untuk kembali kerja.

Terima kasih buat Tami Utiwi yang udah minjemin internet buat di final iCup

Terima kasih buat Harbag atas segala bantuan selama proses koding mengoding, dan atas kegilaan yang bikin gw selalu tertawa. Juga atas input saat tim kami latihan presentasi semifinal dan final.

Terima kasih buat Faizal Hitobeli atas pinjaman HTC nya buat final iCup.

Terima kasih buat Fakhri yang udah bantu ngasih banyak banget informasi berguna buat tim kami

Terima kasih buat Dominikus Damas atas informasi dan saran yang super berguna buat gw, dan atas kebaikanmu mengingatkanku makan dan tidur tepat waktu.

Terima kasih buat Yosef Sukianto yang juga telah mengingatkan gw makan dan tidur, juga atas ilmunya. Lu juga merupakan sumber motivasi gw, Cep!

Terima kasih buat Jesa, Diana, dan Edina yang udah minjemin buku Kedokterannya buat di semifinal iCup.

Terima kasih buat Pak Budi Rahardjo dan Mr. Bob McLeod atas input dan sarannya.

Terima kasih buat Pak Zeddy Iskandar dan Pak Norman atas inputnya yang sangat konstruktif, serta juri-juri lain di semifinal dan final iCup.

Terima kasih buat Pak Julius Fenata dan Rahmat Suryo atas bantuan moral dan materi selama proses semifinal dan final.

Terima kasih buat segala dukungan dari anak-anak Informatika 2006 ITB : Andri, Agus, Wulan, Naila, Budi, Kiday, Inas, Dody, Obi, Mami, Prana, Nur, dan banyak rekan lain yang maaf banget gak tersebut dimari 🙂 atas segala dukungan dan supporternya! You are the best student! Dan juga temen2 dari angkatan dan jurusan lain yang udah banyak ngedukung tim ITB di final iCup!

Terima kasih buat Visual Studio dan XCode! And also Google Desktop API.

Terima kasih buat laptop Macbook hitam kesayangan gw yang udah nemenin gw di setiap saat pekerjaan dan penghiburan. You worth every Rupiah of 13.500.000!

Terima kasih buat my iPhone udah bisa jadi tool yang ngebantu gw buat latihan presentasi, bahkan jadi remote di presentasi semifinal dan final iCup. You also worth every AUD879!

Mungkin banyak yang belum sempet gw ucapkan terima kasih, but believe me, I am very grateful for everyone of you guys!

It’s not over yet. I’m bringing THE CUP to Indonesia!