Pentingnya Memahami Kesehatan Tubuh Sendiri

Setelah beberapa orang berkomentar yang kurang lebih sama – kapan update tulisan lagi di blog ini – mari kita simak posting tahun 2015 ini🙂

Seperti yang bisa dipahami sekilas dari judulnya, mungkin post ini akan berisi banyak seputar kesehatan. Mungkin banyak orang menganggap kesehatan diri sendiri itu adalah hal yang bersifat personal dan privat – tidak perlu orang lain tahu – tapi saya berniat membagikan informasi mengenai kesehatan tubuh yang saya alami sendiri dengan tujuan agar orang lain yang memiliki masalah serupa, atau punya kenalan yang mengalami sakit atau kelainan serupa mendapatkan pencerahan.

Kesehatan tubuh, jasmani, kebugaran raga, itu sangat penting. Kalau Anda sakit, batuk atau pilek misalnya, tentu akan berpengaruh pada kinerja sehari-hari. Kalau sakit sakit, seperti demam, batuk, pilek, keseleo, mungkin sudah cukup sering dijumpai, dan sepertinya hampir semua orang tahu apa yang harus dilakukan, bagaimana cara mengobatinya, bagaimana cara menyembuhkannya.

Gangguan kesehatan tubuh yang pernah saya alami hingga sekarang cukup tidak umum. Saya pernah mengalami asam urat yang cukup tinggi. Gangguan punggung yang cukup parah, dan juga saya sempat mengidap muka berjerawat yang sangat parah. Ketiganya akan saya bahas di sini.

1. Asam Urat. Menurut ilmu medis, angka normal adalah 6. Pada tahun 2013, indeks asam urat saya adalah 9. Sangat tinggi. Efek samping yang saya rasakan adalah ketika saya mengepalkan tangan kiri saya dan membuka kepalan tangan, responnya lambat. Tangan saya terasa sangat pegal ketika melakukannya. Anda dapat cari sendiri informasi di internet mengenai efek samping asam urat atau uric acid untuk lebih jelasnya termasuk cara menanganinya.

Yang saya lakukan: saya sangat membatasi asupan sayur hijau dan seafood. Saya juga berpantang minum yang beralkohol selama 14 bulan. Sesekali ketika saya merasa agak pegal-pegal di daerah tangan, saya minum obat asam urat yang generik bernama alopurinol.

Hasilnya: setelah satu tahun saya mengontrol makan dan minum, angka asam urat saya turun ke 5,8. Masih masuk dalam indeks normal.

2. Gangguan Punggung, Backspasm. Saya sempat menulis derita sakit punggung saya ini di beberapa postingan sebelumnya. Gangguan punggung ini saya alami di penghujung tahun 2013 silam dan sakitnya berlangsung selama hampir 1 tahun lebih. Berbagai metode penyembuhan sudah saya coba lakukan, namun tidak berhasil menyembuhkan penyakit yang saya alami. Pada akhir 2014 saya akhirnya menemukan penyembuhan yang cukup ampuh yang saya lakukan masih hingga sekarang.

Penyebab: salah posisi mengangkat barang yang berat. Jika Anda mengangkat barang dari bawah, pastikan posisi punggung tidak melengkung. Pertahankan punggung yang tegap, tekuk lutut dan berdiri. Akibat salah posisi ketika mengangkat barang berat itu fatal, seperti yang saya alami. Pada saat sakit yang paling parah, bahkan untuk bangun dari tempat tidur atau dari berdiri mau duduk saja saya merasakan sakit yang sangat parah.

Pengobatan yang sudah saya lakukan namun tidak manjur: pertama kali saya memutuskan untuk memeriksakan ke dokter di RS terkemuka di Bandung. Pemeriksaan yang dilakukan cukup menyeluruh. Secara fisiologis dan rontgen. Menurut dokter, tidak ada yang salah dengan saraf tulang belakang saya. Hal ini cukup melegakan, karena menurut info yang saya dapatkan, kalau saraf tulang belakang yang kena, dampaknya lebih parah. Yang saya alami adalah semacam “salah urat” atau keseleo otot punggung. Menurut dokter saya harus menjalani fisioterapi. Saya lakukan fisioterapi hingga 10x lebih. Hasilnya, setiap sepulang dari fisioterapi memang saya merasa lebih nyaman dan ringan, namun dalam beberapa hari setelahnya saya merasakan sakit kembali lagi. Jelas-jelas fisioterapi tidak berhasil menyembuhkan sakit saya. Berikutnya, saya mendapat referensi totok atau akupresur. Saya coba lakukan, memang lebih enak rasanya dibandingkan fisioterapi. Setelah totok, kurang lebih bertahan hingga satu bulan sebelum akhirnya saya rasakan sakit kembali. Saya ulangi hingga 3x, tapi tetap tidak sembuh total. Pengobatan berikutnya yang saya coba adalah tusuk jarum, atau akupunktur. Sudah saya coba 3x juga, tapi tetap tidak menyembuhkan sakit punggung yang saya alami.

Pengobatan yang berhasil menyembuhkan: akhirnya saya berkonsultasi dengan salah satu gym trainer di tempat saya olahraga rutin. Melalui beliau, saya mendapat referensi tukang pijat urut yang pernah dia coba juga. Kebetulan dia pernah sakit punggung serupa dengan saya dan menurutnya dia sudah sembuh secara total. Saya pun tergerak dan segera mendatangi tempat prakteknya. Dan benar saja, pertama berobat saya langsung merasakah perubahan yang signifikan. Sakit punggung hilang. Namun karena saya kurang berhati-hati, dan mungkin juga karena ototnya sudah terlalu lama berada dalam posisi salah, si otot punggung kembali melenceng dan terasa sakit kembali setelah beberapa minggu. Kembali saya berobat pada tukang urut, dan seketika itu pula otot punggung kembali pulih. Pengobatan ini sudah saya ulangi sekitar 5 kali dan hingga sekarang, otot punggung saya sudah dapat dikatakan 85% pulih sempurna.

3. Jerawat. Ini adalah penyakit yang sangat umum ditemukan dan sepertinya banyak yang punya kisah sukses menghilangkan jerawatnya. Saya dari ABG sampai kuliah tingkat 1 sebetulnya tidak jerawatan. Baru di kuliah tingkat 1 itu, saya mengalami cacar air, dan sejak saat itu juga kok rasanya jerawat mulai bermunculan. Bisa jadi karena jaringan kulit saya ikut rusak akibat cacar air sehingga saya lebih mudah terkena jerawat. Atau bisa juga karena gaya hidup masa kuliah yang kurang sehat menyebabkan saya berjerawat. Penyebab utama jerawat banyak dijelaskan di internet. Namun yang saya alami sendiri, penyebab utama jerawat adalah pola hidup. Ketika kuliah dan saya mulai berjerawat itu, saya rasa disebabkan karena pola tidur yang tidak baik. Sering begadang, kadang tidur hanya sebentar saja. Selain itu saya juga malas membersihkan wajah. Lalu pola makan. Banyak makan gorengan, coklat, kacang, itu juga berbahaya. Selain itu kondisi psikis yang mungkin agak kewalahan karena banyak tugas dan pelajaran, belum lagi masalah romantika, ya begitulah kira-kira yang mungkin mendorong tumbuhnya acne itu.

Pengobatan yang saya tempuh: Ada beberapa kali saya pindah dokter kulit untuk menerima pengobatan secara medis. Ada yang hanya sekali dua kali saja berobat, ada yang berbulan-bulan dan bertahun-tahun juga. Pada intinya, yang dilakukan secara medis adalah memberi perawatan secara eksternal pada kulit wajah, dengan salep atau krem muka (anti UV dan anti acne) dan juga secara internal dengan suntikan pada wajah dan obat minum. Suntikan pada wajah ini sifatnya sangat instan. Pagi hari disuntik, sore hari jerawat hilang. Luar biasa. Obat minum ada 2, satu antibiotik range luas, satu lagi obat yang merangsang kelenjar hormon kita sehingga tidak memproduksi minyak ke wajah. Obat inilah yang berbahaya karena sangat keras. Bahkan menurut artikel yang saya baca, obat ini (accutane) sudah dilarang di beberapa negara luar. Hasil dari saya berobat ke dokter kulit memang terasa. Jerawat saya berangsur hilang. Nah ketika sudah hilang, tentu saja saya merasa tidak perlu lagi ke dokter. Ketika itu juga, mulai tumbuh lagi si jerawat-jerawat nya.

Pengobatan yang ampuh buat saya: setelah berkali-kali ke dokter dan hasilnya sama saja, setelah menghabiskan biaya yang cukup besar untuk berobat ke dokter seperti ini, saya mencoba pengobatan alternatif, yaitu dengan tusuk jarum atau akupunktur. Proses pengobatan akupunktur ini adalah dengan merangsang jaringan kulit di wajah agar proses perbaikan jaringan lebih cepat, pencernaan kita dilancarkan, dan memberikan rangsangan pada hormon agar stabil. Jadi setiap tusuk jarum, saya ditusuk di area wajah, perut (pencernaan), di belakang telinga dan kaki (stabilisasi hormon). Tanpa minum obat, tanpa disuntik. Setelah menjalani pengobatan secara rutin dan berkala selama 4-5 bulan, jerawat saya tidak kembali lagi. Hingga sekarang. Jadi, bagi Anda yang masih belum berhasil membasmi jerawat, mungkin tusuk jarum bisa menjadi pilihan juga.

Demikian postingan yang cukup panjang ini, semoga bermanfaat!

Kalau ada pertanyaan, silakan lewat komentar saja ya.

2 thoughts on “Pentingnya Memahami Kesehatan Tubuh Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s