24

Yeah, there’s a serial titled 24.

Jadi, sekarang gw tepat berusia 24 tahun. Banyak persepsi bahwa umur-umur segini, 23-24-25, mungkin 26 adalah umur ketika laki-laki menjadi pria. “Jadi orang” lah kasarnya. Di post ini, instead gw nulis hal-hal yang gw inginkan, gw mungkin akan cerita hal-hal yang telah gw lalui dan sedikit hal-hal yang sudah gw rencanakan. (Inginkan != Rencanakan);

Pardon me if in someplace in this post sounds like i’m bragging about something, but it is not my intention. I only want to share what I’ve been through.

Lulus kuliah adalah satu pencapaian yang gw kurang syukuri. Bagi gw, lulus kuliah itu hanya sebuah kewajiban, dan merupakan pola cetakan sosial yang gw harus lalui. Di balik itu padahal banyak orang yang memuji dan bahkan iri. Banyak kerabat dan teman yang menyampaikan rasa salutnya ke gw. Tapi gw anggap itu hanya basa-basi. Ah, toh ke semua orang juga pasti gitu, ngasih selamet. Tapi gw kurang peka untuk melihat intensi mereka lebih dalam.

Bekerja. Hal kedua yang merupakan pencapaian dan, kembali, kurang gw syukuri. Gw menganggap, seseorang yang bekerja itu rasanya ada di dunia yang serba ‘biasa’. “Biasanya orang abis lulus, kerja.” atau “Biasanya anak ITB abis lulus pada kerja di mana sih?” See..? Mama gw juga dulu kurang menyulut gw untuk berwirausaha. Beliau memang mendukung apapun pilihan gw, tapi beliau lebih milih untuk gw kerja. Teman-teman mama kerap kali bertanya, anaknya kuliah dimana, kerja dimana, dan mereka selalu memuji. “wah, hebat ya..” dll. Gw sih termasuk cuek aja. Toh gw kuliah aja empot-empotan, kerja juga gini-gini aja. Tapi sebenarnya gw kurang mensyukuri apa yang gw punya. Kayanya orang lain sangat mungkin akan lebih menghargai dan mensyukuri apa yang gw punya kalau mereka di posisi gw. Bahkan ketika gw nulis ini, gw telah menyadari ini, tapi tetap aja gw gak ngerasa segitunya. Biasa aja. Karena gw punya mimpi lain. Yang lain dari satu candu kehidupan ini, gaji bulanan.

My plan for this next age of year of my life

Gw punya satu rencana. Mudah-mudahan bisa jadi penambah energi gw menjalani keseharian gw di korporasi serba birokratis ini. Mudah-mudahan juga, dengan bantuan temen-temen gw, gw bisa dapet sumber dana yang bisa nambah-nambah kesenangan hidup gw. Makan udang sepuasnya adalah salah satu plan gw di tahun hidup gw ini.

Gw memilih untuk menepis semua pujian orang lain pada gw akan kerjaan gw sekarang. Gw takut. Gw takut gw nanti merasa nyaman dan gw takut gw jatuh ke lubang kenyamanan itu,

Gw merencanakan untuk tidak terlalu banyak bicara, dan lebih banyak mendengar, bertindak, dan mengolok-olok orang. I love teasing people

Gw udah tau yang gw mau dan gw akan jalani itu. Gw siap. Gw masih butuh duit buat makan. Gw gak bego.

Life is too short to live somebody else’s dream

2 thoughts on “24

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s