Imagine.

Mendadak jadi pengen nulis juga, ngikutin blogpost seorang rekan di malam hari.

Tepat satu tahun lalu, tepat hari ini, sekitar tepat jam-jam malam menjelang subuh, di suatu bar di tengah kota Warsawa, Polandia aku terduduk di sofa, terengah-engah, berkeringat, mata kuyu dan tubuh lunglai. Aku mengenakan kemeja batik, baru saja memutuskan untuk beristirahat setelah berolahraga malam (yang menurut penuturan salah satu rekan, mirip ayam ingin kawin). Di sampingku, di handrest sofa, duduk salah seorang rekan tim Ganesh yang menyapaku dan bertanya, “sudah puas? masih mau lanjut?”. Aku tidak menjawabnya, namun menunjuk ke arah pinggir panggung utama tempat pada DJ memutar lagi. Di sana terdapat sepasang muda-mudi berkulit gelap dan terang sedang mengadu taji. Hal ini menarik perhatian kami berdua, heck, bahkan seluruh orang Indonesia di bar itu.

Sekitar 20 menit sebelumnya, aku sibuk berkeliling ruangan yang gelap namun riuh tersebut untuk mencari minuman keras lainnya dari segerombol pemuda di bagian belakang bar. Ketika aku kembali berkeliling, kulihat salah seorang juri dari Singapura yang pada 3 hari sebelumnya menjurikan karya kami sedang berdansa dengan begitu binalnya. That was hell of a scene.

Malam ini, satu tahun berikutnya, aku terduduk di depan laptop yang sama yang membantuku pergi ke dunia luar, mengetik kata-kata penggalan pengalaman riuh rendah tahun sebelumnya. Kata-kata Bapak John Perrera masih terngiang. “You are the different…” Namun aku sendiri kadang masih berpikir, “Am I in the right time and position now? Is this what I wanted?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s