A promise, break it or fulfill it?

Ok, gw kekenyangan. Puji syukur pada Tuhan karena gw masih bisa makan kenyang hari ini. Jadi, gw tadi siang baru makan siang sekitar jam 3, karena gw berencana makan bareng teman2 di d’Palm. Makannya sih biasa aja, gurame ama genjer, tapi nasinya itu, banyak banget. Mungkin karena gw baru makan jam 3an, dan kondisi perut gw yang sangat kosong, jadi makan banyak. Udah gitu baru selesai makan jam setengah 4. Terus pulang di rumah makan malem jam 6.30, gw tidak bisa mengelak untuk tidak makan karena lauk malam ini di rumah adalah udang rebus, my favorite! Jadi makan lagi dengan menggila. Alhasil, gw kekenyangan.

Pernahkah Anda, memiliki janji, yang belum tertunaikan, yang belum terlaksana, yang belum dipenuhi? Pastinya punya. Misalnya janji untuk diet, atau janji untuk selalu menyisir bulu ketiak setelah duel YVD. Bukan janji semacam ini, tapi janji ke orang lain, mungkin seseorang yang dekat dengan Anda, bisa jadi sahabat, atau pacar atau keluarga.. Tapi janji itu bukannya belum terpenuhi, tapi tidak bisa dipenuhi, atau lebih tepatnya, kita sendiri tahu bahwa yang bersangkutan tidak perlu janji itu lagi, sehingga kita memutuskan untuk tidak memenuhinya, dan beranjak melupakan janji tersebut, contohnya misalnya dengan pacar Anda.. Anda pernah punya janji yang dalam, dan ternyata sampai sekarang Anda belum memenuhi janji itu, karena Anda telah putus dengan pacar Anda.. Think about this, is the promise still worth fulfilling? Bila tidak, mungkin Anda sudah tidak peduli lagi, atau Anda masih dalam suasana emosi, atau putus asa untuk mengingat-ingat semua tentang pacar Anda, Bila YA, please, let me know what your opinion is..
Atau sebuah contoh yang ekstrim namun mungkin pernah terjadi, Anda berjanji dengan seorang sanak keluarga, namun sekarang orang tersebut telah tiada… Kalau ini sih saya yakin 90% respon akan menyatakan akan memenuhi janji ini.

Well, the point in this writing is, I am in this kinda situation right now. It’s not im gonna break the promise, but it’s something that can’t be proven, can’t be fulfilled right now, right away. And i dun even think that the person still even need the promise fulfilled.

One thought on “A promise, break it or fulfill it?

  1. Saran yang mungkin udah basi : terus berusaha untuk fulfill it😀, kalao ada hal yang ga masuk akal, sebagai laki-laki harus berusaha … (kata kunimitsu, lupa lanjutannya tapi -hwehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s