D.O

Sekarang, mari kita berbicara tentang filosofi. Yang ringan – ringan saja. Gw sering mendengar orang bilang, “Wah, ternyata untuk jadi sukses itu rata – rata orang putus sekolah..”
Ada juga yang ngomong “Kok kebanyakan orang putus sekolah (DO) malah jadi sukses, apa kita juga harus putus sekolah untuk jadi sukses?”
Bahkan ada contoh ekstrimnya, sebuah pertanyaan singkat “Untuk apa sih kita sekolah?”
Ya, gw tau, banyak contoh, yang lokal ada Andri Wongso, yang luar ada Steve Jobs, Bill Gates. Interesting. So, let’s talk about this.
Menurut gw 3 taun yang lalu, gw masih inget sih, karena gw sering banget denger komentar seperti itu, dan tiap kali gw denger gw teringat lagi pemikiran gw ini. Jadi, menurut gw 3 taun yang lalu, untuk apa sih kita sekolah?? Jawaban singkatnya adalah UNTUK MEMPERBESAR KEMUNGKINAN BERTAHAN HIDUP DI DUNIA. Yap, untuk memperbesar kemungkinan sukses, dapet kerja, bisa dapat penghasilan sendiri, those kinda things. Simple. Siapa bilang orang putus sekolah ga bisa sukses? BISA! Tapi berapa banyak sih orang gak sekolah yang sukses? Anda hanya mendengar cerita bagian yang suksesnya saja. Hanya orang – orang yang ‘kebetulan’ sukses, ‘kebetulan’ punya nasib baik bisa punya kekayaan berlebih, yang putus sekolah yang Anda dengar dan Anda jadikan panutan. Pernahkah terpikir, berapa banyak insan di luar sana yang putus sekolah, dan hidup merana? Jangankan putus sekolah, lulusan SD, lulusan SMP, SMA aja masih banyak yang merana, bahkan SARJANA saja masih ada yang pengangguran dan hidup kekurangan. Sekali lagi, yang Anda jadikan panutan, orang sukses yang putus sekolah, hanyalah contoh sangat jarang! Maaf, bukan maksud memojokkan orang yang putus sekolah. My other thought about this is, tapi kenapa orang putus sekolah masih bisa sukses? Ya tentu saja bisa! Seperti kata AW, “Success is my right” – kesuksesan adalah hak saya. Siapa saja bisa sukses. Orang putus sekolah yang sukses, bisa diperkirakan seperti ini. Mereka putus sekolah, dan mereka merasa takut dan was-was tidak mampu bertahan hidup. Maka mereka memulai usaha sendiri berbekal pengetahuan yang mereka punya. Tentu saja tidak mudah, pasti melalui tahap yang sangat sulit. Dalam hal ini, siapa yang gigih, dia akan sukses. Kadang orang seperti ini, bisa dibilang sukses karena tempaan dunia.
Pikiran gw akhir2 ini adalah, lihat saja contoh kaliber dunia, Steve Jobs, Bill Gates yang dipuja-puja orang seorang yang di DO namun bisa sukses besar seperti ini. Siapa bilang mereka putus sekolah? Mereka memutuskan untuk berhenti sekolah (kuliah) karena mereka telah memiliki modal dan bekal yang lebih dari cukup untuk meniti karir. Steve Jobs memilih DO karena dia merasa tidak senang mempelajari mata kuliah mayor dan lebih memilih ke arah seni dan estetika (beliau belajar kaligrafi). Bill Gates DO karena dia telah memiliki usaha OS terlebih dahulu dan lebih memilih untuk fokus di bidang yang dia cintai itu dibanding harus belajar di kuliah mengikuti pesan orangtuanya.
Kedua orang ini telah memiliki sesuatu yang lebih penting untuk diemban ketimbang belajar. Contoh lain, Andri Wongso sukses menjadi motivator. Beliau putus sekolah karena harus membantu orangtuanya. Bukan karena pilihan sendiri. Tapi karena beliau tahu dia tidak memiliki keterampilan apapun yang didapat dari pendidikan akademis, beliau mengasah kemampuannya yang lain dan garis takdirnya yang bagus lah yang menjadikan beliau sukses.
Kesimpulan : jangan berpikiran ridiculous, jangan aneh2 ingin DO kalau jalan hidup ke depan aja Anda masih ragu dan bimbang. Tapi, kalau Anda sudah berada pada ekonomi lebih dari cukup dan yakin bisa memaintainya, buat apa lagi sekolah?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s