Apple + Arwana = Apana

Berhubung gak ada kerjaan, di blog ini gw akan cerita 2 hal. Yap betul 2 hal aja. Kebanyakkan? Ya udah, 2 aja. Janji. Cukup. Kurang? Kemelut.
Pertama. Gw pernah baca dan sedikit tahu tentang paradigma, paradigm. Secara harfiah, artinya adalah pola pikir. Dalam dunia informatika, paradigm, menurut bu Inge, adalah cara memandang kita sebuah persoalan pengkodean, apakah secara fungsional, sekuensial, atau object oriented. Di luar bidang informatika, paradigma itu biasanya disinggung2 secara psikologis, dan kadang di dunia perbisnisan. Jadi menurut pengetahuan gw yang gw dapat dari banyak sumber, paradigma manusia secara psikologis tidak mudah untuk diubah. Namun tetap saja ada cara yang mudah untuk mengubahnya. There’s a lotta things bout this, but nope, not this one I wanna talk about. SO, setelah mendengar 2 pernyataan ini, katanya paradigma orang sulit diubah, namun ada cara mudah mengubahnya, kadang orang jadi bingung. Tapi, baru – baru ini menyadari betapa tepatnya pernyataan ini. Mengapa?
Yap, gw akan mengubah paradigma gw segera. Beranjak dari paradigma jendela, ke paradigma MAC-way. Alasannya? It’s because I am fortunate enough to buy a new notebook, and my decision is to buy a new macbook, apple macbook. Dan kelihatannya, juga berdasarkan pendapat beberapa rekan dekat, setelah menggunakan MacOSX yang menjadi ciri khas apple, kita gak akan mau balik ke jendela, kecual kepepet. Okay, I admit it, gw belum mencoba untuk mengubah paradigma itu sekarang, but soon enough. I will tell you the progress. So don’t miss out.
Nah berkenaan dengan kebijakkan ibuku untuk membeli new macbook, gw ke pameran di Be Mall, kebeneran lagi ada event FKI. Nah, gw ke salah satu dealer apple di situ, dan bertanya harganya. Cukup murah. Gw ampir aja beli saat itu juga. Tapi mengingat uang gw hanya berupa kartu atm yang saldonya juga sesak, gak jadi. Seudah berkonsultasi dengan empunya dana, ibuku mengijinkan ku untuk membelinya, namun sayangnya barang habis, jadi harus pesan dengan memberi downpayment dulu. Ok. Sabtunya, gw ke pameran lagi untuk memberi DP. Eh ternyata harganya naik! Emang bikin bingung banget. Udah gitu si mas yang mau nerima DP nya gitu tuh nyolot banget. Pengen gw tampol aja tuh, nyolot ke calon costumer. Untung aja belum gw serahin debit gw. Untungnya lagi, sebelum gw ngasih kartu debit, gw lihat ada flyer tentang discount khusus untuk student. Langsung aja gw tanyain ke sepuhnya di sono. Keliatan dari perawakannya, orangnya udah tua, dan cuma duduk2 doang sambil ngerokok. Gak mungkin la yah kalo pegawai berani kayak gitu di suasana busy time. Jadi gw ngobrol2 dengan beliau seputar harga macbook untuk student. Setelah ngobrol, gw makin gak ngerti pola pikir penjual. Mereka dengan mudahnya menaikturunkan harga selama pameran. Udah gitu, harga khusus student itu ternyata belum jadi. Ya elah,, belum pasti jadi kok udah berani memajang flyer sih? Penting abis! Ya udah deh, gw pulang dengan hanya bisa memegang omongan si bos itu bahwa harga akan disesuaikan hari senin, which would be tomorrow.. kita lihat aja..

Kedua adalah kejadian petang ini. Karena di rumah pada pergi, gw jug apergi ke rumah Jesa. Dari sana rencananya kita akan pergi makan malem di Kopo Sq. Oke singkat cerita 4an pergi ke sono makan. Seudah makan, kita berjalan2 ke tempat akuarium gitu. Sedikit cerita, gw itu kurang suka dengan binatang. Kesatu karena mungkin gw punya problematika dengan binatang semasa kecil, kura2 brazil hadiah ultah 5 ekor punah binasa dalam 1 bulan. 2 ekor burunt parkit lucu imut mungil, berakhir naas di bawah tanah terkubur, dan lain – lain. Kedua, karena binatang itu pastinya bau. Jangankan binatang, orang aja bau. Ya gak? Nah, beranjak dari 2 alasan paling logis ini, gw jadi jarang deket2 ama binatang, kalo ke ciwalk, gw gak pernah masuk ke petshopnya, begitu pula PVJ. Nah, tapi tadi, gw jalan2 ke toko ikan hias. Gw pikir, ya udah deh, kan gak ada bau2 yang aneh2 dari anjing kucing dsb, jadi gw masuk aja. Ternyata, waw! Baru kali ini gw merasakan sensasi nyata menjalar jalar seperti ubi jalar. Binatang ciptaan Tuhan memang ajaib! Ada sosok kura-kura hasil campur ama iguana. Kulit hijau berekor layaknya kadal dan bermata 2. sakti! Ada ular yang mirip bunglon. Ada penyu yang menggong-gong. Aneh banget! Memang gw gak ngedenger langsung gong2an nya, tapi gw melihat di kaca akuariumnya ada tulisan, “AWAS GALAK!” yang hanya biasa terdapat di kandang anjing. Wokwow, sakti! Udah gitu, ternyata di sana ada invisible fish yang kadang terlihat seperti ikan mas. Memang sih aneh, katanya gak keliatan, tapi nampak seperti ikan mas. Ada juga lele campur ama ikan mujair yang alhasil berwujud ikan arwana. Heboh abis! Ternyata selama ini gw hidup bagai kera dalam tempurung. Gw gak tau kejadian di luar nalar, di luar akal sehat yang tanpa disangka dapat dijumpai di toko ikan hias terdekat.

-makan ayam oli di kopo gak seenak di sebelah binbak ahh

2 thoughts on “Apple + Arwana = Apana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s